BASKOM ONLINE | 3 MEI 2026 | ARINI MUTIARA SARI
Di
tengah tren tubuh ideal yang terus beredar di media sosial, diet sering kali
dimaknai sekadar upaya menurunkan berat badan. Padahal, di balik itu, ada
cerita yang lebih dalam tentang bagaimana seseorang belajar memahami tubuhnya
sendiri.
Bagi sebagian orang, kata “diet” mungkin terdengar melelahkan. Terbayang aturan makan yang ketat, berbagai pantangan, sampai rasa bersalah setiap kali melanggar pola makan. Tidak sedikit yang akhirnya menyerah di tengah jalan karena sebagian orang merasa diet adalah sesuatu yang menyiksa.
Namun, belakangan ini mulai banyak yang memandang diet dengan cara berbeda. Bukan lagi sekadar mengejar angka di timbangan, tapi lebih ke membangun hubungan yang lebih sehat dengan makanan dan tubuh. Seperti yang dirasakan oleh banyak anak muda saat ini, diet tidak harus selalu ekstrem. Mengurangi minuman manis, mulai rutin sarapan, atau sekadar memperbanyak minum air putih sudah menjadi langkah kecil yang berarti. Hal-hal sederhana ini justru lebih mudah dijalani dan terasa “ringan” tanpa tekanan berlebih.
Selain itu, kesadaran akan pentingnya kesehatan mental juga mulai memengaruhi cara orang berdiet. Tidak sedikit yang kini lebih memilih pendekatan mindful eating makan dengan sadar, menikmati setiap suapan, tanpa rasa terburu-buru atau rasa bersalah. Dengan cara ini, makan bukan lagi musuh, melainkan bagian dari perawatan diri.
Media sosial memang masih dipenuhi berbagai standar tubuh ideal, tapi perlahan muncul juga suara-suara yang lebih realistis. Banyak konten kreator yang mulai berbagi perjalanan diet mereka apa adanya dengan naik turunnya, dengan kegagalannya, bahkan dengan momen “cheat day” yang manusiawi.
Hal ini membuat banyak orang menilai diet terasa lebih dekat dan tidak lagi menakutkan. Pada akhirnya, diet bukan tentang siapa yang paling cepat berubah, tapi siapa yang paling konsisten menjaga dirinya sendiri. Karena tubuh bukan proyek jangka pendek, melainkan tempat kita hidup setiap hari. Mungkin sudah saatnya kita berhenti melihat diet sebagai hukuman. Sebaliknya, jadikan ia sebagai bentuk perhatian kecil untuk diri sendiri. Tidak harus sempurna, yang penting berproses pelan, tapi pasti.










